Dewasa?

 




    Semakin beranjak dewasa entah kenapa banyak ketakutan yang bermunculan dipikiran ku. Takut nanti setelah lulus bakal ngapain yaa, takut nanti gimana kalau gak bisa banggain kedua orang tua, gimana kalau bikin kecewa mereka, dan masih banyak ketakutan yang menghantui pikiran ini. hehehe

    Dulu ketika kita kecil sering sekali kita ingin cepat dewasa, ingin seperti orang dewasa yang bisa melakukan banyak hal. Tapi nyatanya setelah kita dewasa hidup tidak seperti yang kita bayangkan. Namun semakin dewasa banyak tanggungan yang harus kita lakukan dan pertanggung jawabkan. 

    Semakin dewasa makin males buat pulang ke rumah kumpul saudara jauh dan keluarga, karena setiap kumpul selalu ditanya tentang hal yang sebenernya selalu kita pikirkan di kepala kita. Tapi mau gimana lagi merekapun tidak tau dengan ketakutan yang kita rasakan, jadi gak bisa 100% menyalahkan mereka. bener gak sih ? hehehe

    Kalau menurut ilmu psikologi memang diumur 20an itu kita bakal mengalami quarter life crisis. Mungkin sekarang aku lagi mengalami hal tersebut juga. hehehe 

    Yang aku ketahui tentang quarter life crisis itu masa dimana kita bimbang dengan masa depan kita. Kalau menurut di web ala dokter, quarter life crisis itu periode saat seseorang berusia 18–30 tahun merasa tidak memiliki arah, khawatir, bingung, dan galau akan ketidakpastian kehidupannya di masa mendatang. Umumnya, kekhawatiran ini meliputi masalah relasi, percintaan, karier, dan kehidupan sosial. Sebenernya hal ini banyak orang yang mengalaminya, mungkin ini suatu proses pendewasaan buat kita.

    Aku tau masa depan itu gak perlu ditakutkan, karena menurutku masa depan kita bisa ditentukan dengan apa yang kita kerjakan sekarang. Tapi mau gimana lagi terkadang ketakutan itu muncul dengan sendirinya. Kayak sekarang ini aku juga sedang merasakan kebingungan akan tujuan hidupku nanti bagaimana, banyak ketakutan akan masa depan yang akan aku jalankan sesuai dengan apa yang aku pikiran sekarang nggak ya dan masih banyak lagi. 

       Buat kalian yang merasakan hal yang sama mungkin bisa mencoba mendengarkan motivasi atau membaca tentang kehidupan dll, karena menurutku itu sangat membantu kita yang sedang mengalami hal itu. Mungkin kalian juga bisa lebih fokus ke diri kalian sendiri, coba buat keluar dari zona yang membuat kalian selalu khawatir akan masa depan. Karena menurutku hal itu  bisa jadi disebabkan oleh lingkungan kalian yang membuat kalian berfikir seperti itu. Terus kalian juga harus mencoba  berfikir positif untuk masa depan kalian, berfikir dengan kamu terus berjuang, selalu melakukan yang terbaik dari yang terbaik dan berdoa serahin semua kepada Allah pasti masa depan kita bakal diberi yang terbaik sama Allah. Selain itu coba kalian juga belajar buat keluar dari dunia sosial media yang selalu membuat insecure, merasa hidup kalian tak seenak teman di social media, merasa temen kalian udah ada yang jadi gini dan gitu tapi kok kalian masih gini2 aja yaa dll. 

    Karena menurutku social media itu bener-bener toxic, karena orang-orang di social media selalu menampilkan kebahagiannya dan itu bisa membuat kalian merasa hidup kalian gak seenak temen kalian. Padahal mungkin saja temen kalian di social media yang menampilkan kebahagiannya itu bisa jadi juga sedang mengalami hal yang sama, tapi mereka berusaha buat terlihat bahagia aja. Bener gak sih? hehe. Karena aku sendiri ketika membuat story atau posting sesuatu di social media selalu menampilkan kalau aku itu bahagia. Padahal dibalik itu aku juga sedang merasa sedih, merasa insecure dengan teman yang lain dan banyak lagi. hehehe

    Tapi sebenernta kembali lagi ke kalian sih, ketika mengalami quarter life crisis coba cari tahu yang membuat kalian bimbang akan masa depan itu apa dan cari tahu cara melesaikannya gimana, karena semua kembali pada diri kita sendiri dan sebenernya yang tahu tentang diri kita itu yaa kita sendiri, jadi yang bisa menyembuhkan rasa kebimbangan itu juga kita sendiri. hehehe

Komentar