1 AGUSTUS 2021

 

1 Agustus 2021

            Akhir-akhir ini aku mengalami beberapa kejadian yang sebelumnya belum pernah terjadi pada diriku. Aku terserang perasaan gelisah, kecemasan, takut yang berlebihan, kalau menurut ilmu kedokteran mungkin aku terkena anxiety yaitu gangguan kecemasan yang disebabkan oleh beberapa factor diantaranya genetic, efek samping dari obat-obatan, atau kondisi medis tertentu.

            Perasaan cemas, gelisah, dan takut berlebihan itu awalnya aku banyak mendengar kabar duka dari orang-orang sekitar aku dan kabar duka tersebut selalu dibicarakan hampir setiap waktu, setiap saat, setiap kumpul dengan orang-orang terdekat selalu membahas tentang kematian. Mereka selalu mencari-cari alasan kenapa banyak orang meninggal padahal masih muda dan awalnya sehat kok tiba-tiba sakit lalu meninggal (aku hanya berfikir itu semua sudah takdir yang diberikan sama Allah SWT, tapi banyaknya orang yang membahas akhirnya aku juga berfikir alasan mereka meninggal itu karena apa). Perasaan itu mulai muncul lagi ketika tetangga yang sudah sangat dekat denganku meninggal tiba-tiba padahal masih tergolong muda dan tidak sedang sakit lama. Saat aku mulai mencari tau tanda-tanda kematian itu bagaimana, disitulah aku mulai merasa was-was terhadap diriku sendiri, ketika ada perubahan dalam diriku aku selalu takut kalau aku bakal meninggal atau aku bakal terkena sakit yang parah, sedangkan aku masih muda, masih banyak yang ingin aku lakukan. Disitulah aku mulai melawan rasa takut dan selalu berdoa agar tidak meninggal dulu, tapi rasa cemas dan takut itu mulai menjadi-jadi. Perasaan tersebut berangsur-angsur selama 1 mingguan dan itu semua membuatku merasa tidak nyaman menjalani aktifitas sehari-hari.

            Hingga suatu malam ketika aku pulang kampung ke rumah orang tuaku yang ada di Nganjuk perasaan cemas dan takut mulai gak karuan hingga menyebabkan aku tidak dapat tidur semalaman, nafas gak beraturan, telapak tangan telapak kaki semua terasa dingin, sampai orang tuapun takut ada apa denganku yang tiba-tiba ingin tidur bersama dan tidak bisa tidur dengan tenang. Setelah tidak dapat tidur semalam suara adzan subuh terdengar, aku langsung cepat-cepat bangun dan menjalankan sholat subuh, saat itulah aku mulai berusaha pasrah dengan apa yang akan diberikan sama Allah kalau emang takdirku segitu ya mau gimana lagi, aku tidak bisa menolak.

            Keesokan harinya semua orang yang ada di rumah dan kakakku yang berada di Sidoarjo semua mempertanyakan ada apa denganku semalam. Disitulah aku berbohong aku bilang kalau aku takut untuk vaksin dan kebetulan emang besoknya aku akan melakukan vaksin kedua, aku tidak berani untuk jujur karena aku takut mereka tambah cemas. Akhirnya kakakku bilang “gak usah vaksin dulu aja kalau emang takut, nanti kalau ada yang vaksin berbayar mending ikut vaksin berbayar aja dan nanti sebelum vaksin check up dulu ke rumah sakit ”. disitulah aku mulai sedikit berkurang cemasnya, namun ketika sore tiba aku mulai merasakan cemas yang benar-benar sampek membuat otak bagian bawahku terasa sakit , tangan terasa dingin dan badan rasanya meriang semua (saat itu juga aku berfikir kalau memang sekarang waktunya, ya udah aku akan berusaha ikhlas karena perasaan yang aku alami saat ini itu benar-benar mengganggu dan aku udah gak tahan lagi).

            2 hari kemudian perasaan itu masih ada, membuat tidurku tidak nyaman, terkadang tengah malam tiba-tiba kebangun, langsung cemas tersebut dating akhirnya membuatku susah untuk tidur kembali. Keesokan harinya aku mulai udah merasa capek dan aku berfikir kalau aku takut, cemas terus-menerus itu akan berpengaruh ke fisikku, akhirnya dapat mengakibatkan drop dan aku gak mau. Disitulah aku mulai bercerita ke salah satu kakakku, aku juga mulai konsultasi ke temanku yang kebetulan mengambil jurusan psikologi, saat itu semua yang aku ceritakan, apa yang bikin aku susah tidur, yang bikin aku jadi gak vaksin.

            Setelah konsultasi dengan temanku, ada kata-kata yang menyadarkanku. Kurang lebih kata-katanya seperti ini :

“Keyakinan dan kepercayaan sepenuhnya ini ya contohnya kita yakin sama semua ketetapan Allah.. rezeki kita.. umur kita.. keadaan kita sekarang.. semua yang Allah berikan perlu disyukuri.. kalo bersyukur kan juga akan diberi lebih.. ada firman Allah tentang yakan.. terus percaya.. percaya ini ya kita percaya kalau semua yang Allah kasih ke kita itu memang yang terbaik.. bahkan kalo aku meninggal sekarang. Jadi banyak rahasia di dunia ini yang kita gatau dan hanya Allah yang tau. Soal yakin dan percaya ini dan semua perjalanan spiritualitas kita itu semua butuh proses.. jadi gapapa.. nikmatin juga prosesnya.”

“kita di dunia ini tujuannya apasih? Dan kita berhak apa? Kita kan cuma seorang hamba.. Ya bisanya manut atas ketetapanNya.. Tapi kan Allah punya sifat2 yg luar biasa.. Allah tau yang terbaik buat kita.. harus percaya itu ya”

“Tapi kalo menurutku, jangan sampe kita tu ibadah, sholat cuma biar masuk surga.. esensinya gak sesempit itu sih menurutku yaa.. lebih kepada bagaimana kita mengendalikan hati pikiran tindakan yg semuanya semoga bisa lillah (karena Allah).. jd mengharapkannya ridho Allah.. bukan ttg surga atau neraka. Kalau Allah berkendak bisa aja neraka itu menjadi dingin.”

“Malah menurutku bagus jg jd kamu biss merefleksikan lagi yg udah kamu lalui sampe mana.. mungkin jg salah satu hidayah Allah biar bisa lebih baik lagi ke depannya.. kadang buat jd lebih baik lagi, prosesnya emg macem2. Ada yg harus nemuin masalah dulu, atau udah diingetin karena ngeliat dari pengalaman org lain.. ya pokoknya kita semua bismillah berusaha ajaa”

Sebenarnya masih banyak kata-kata dari temanku itu yang setelahnya menyadarkanku, untuk refleksi kebelakang apa yang sudah aku lakukan selama ini. Dan setelah refleksi ke diriku aku memang 2 tahun terakhir ini aku udah mulai jauh dengan Tuhan, aku jarang banget membaca Al-Qur’an, sholat selalu mepet-mepet, terkadang malah sholat aku gampangin aku lebih mementingkan duniawi daripada aku sholat, tujuan hidupku juga lebih banyak soal duniawi saja, aku selama ini juga gak pernah bersyukur dan aku selalu mengeluh kepada Allah.

            Disitulah aku mulai memperbaiki sholatku, mencari apa tujuanku selama di dunia ini, aku mulai bersyukur dengan apa yang telah Allah berikan kepadaku selama ini, ketika melakukan sesuatu aku berusaha untuk lillahi ta’ala, dan disitulah aku mulai berfikir hidup didunia ini hanya sementara, semua orang juga akhirnya akan meninggal. Aku yang awalnya hanya memikirkan dunia saya, aku mulai belajar memikirkan gimana caraku untuk memperbaiki diriku menjadi pribadi yang lebih baik, yang awalnya aku selalu takut apabila sahabat atau temanku menjauhiku tapi sekarang aku tidak peduli lagi, karena aku berfikir kalau mereka menjauhiku itu emang udah ketentuan dari Allah yang terbaik. Aku juga mulai baca Al-Qur’an meskipun tidak setiap hari, dan ketika membacanya aku selalu menemukan ayat yang mengartikan bahwa semua ketentuan yang diberikan sama Allah itu yang terbaik buat umatnya dan disitulah perasaan cemas itu mulai tidak muncul lagi. Selain mendekatkan diri ke Allah aku juga melakukan meditasi setiap pagi dan sore untuk merilekskan pikiranku, aku juga selalu berbicara pada diriku sendiri melalui kaca agar aku tidak perlu khawatir dan takut lagi karena semua orang akhirnya juga bakal meninggal, jadi buat apa kita memikirkan hal tersebut.

            Dan Alhamdulillah sekarang udah 2 mingguan rasa cemas dan takut itu udah tidak muncul lagi. Disinilah aku menyadari ketika kita sedang tidak baik-baik saja dan kita berusaha baik-baik saja itu malah membuat kita semakin takut, tapi sebaliknya apabila kita menyadari kalau diri kita sedang tidak baik-baik saja itu malah membuat kita berdamai dengan diri kita sendiri. Disitu pula aku juga menyadari kalau kita ingin sembuh dan tidak ada usaha dari diri kita sendiri mungkin saja perasaan cemas, takut berlebihan itu akan semakin menyiksa diriku sendiri hingga berakibat pada fisikku. Seperti buku yang pernah aku baca “jangan pernah bilang baik-baik saja kepada cermin, sedangkan kamu sebenarnya sedang tidak baik-baik saja”.

 

sudah, ceritanya panjangan sekali wkwkwk

            😍😍😍

Komentar